Dakwahposcom, Jakarta- DKM Al-Muttaqien Taman Jatisari Permai mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, Senin (24/10/2021), dengan tema "Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta Kepada Rasulullah SAW". Kegiatan tersebut diisi dengan ceramah Ustad Sulaiman Rohimin yang mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah" CeramahAgama: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah - Ustadz Muhammad Wasitho, M.A. Orang-orang yang jujur dalam mencintai Allah l akan meneladani Rasulullah n dalam hal petunjuk dan akhlaknya. Allah l berfirman: Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." February15th, 2018 - DALIL NAQLI TENTANG MENUNTUT ILMU DAN MENGAMALKANNYA C Hadits Nabi Muhammad SAW Para Ulama Adalah Pewaris Para Nabi' 'Dalil Tentang Perintah Melakukan Ibadah Qurban May 1st, 2018 - Dalil Atau Ayat Dalam Al Quran Yang Berbicara Tentang Ritual Qurban Antara Lain Dan Tirmidzi Mengungkapkan Bahwa Ketika Nabi Muhammad Saw Tulisantentang "Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam" ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. Hafidzahullahu Ta'ala. Transkrip Ceramah Singkat Tentang Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Video Ceramah Singkat: Cinta Sejati. . - Khutbah Jumat singkat menyambut peringatan Maulid Nabi tahun ini, maka tema yang diangkat adalah tentang teladan sikap warahmatullaahi wabarakatuh..الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali dalam majelis salat dan khotbah Jumat pekan ini, 7 Oktober 2022. Salawat dan salam tercurah kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad salalallaahu 'alaihi wasallam, dan atas keluarga dan para sahabatnya, di mana pada esok hari kita akan memperingati hari kelahirannya, sekitar lima belas abad yang lalu 12 Rabiul Awal 507 Masehi.Khutbah Jumat Singkat Maulid Nabi Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, khususnya bagi umat Islam tujuan utamanya adalah untuk memuliakan dan menyatakan terima kasih kepadanya, karena selama hidupnya, Beliau telah mencurahkan segenap jiwa raganya untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari kesesatan, kegelapan dan kebodohan menuju kehidupan yang lurus, terang benderang, berbudaya dan beradab, menuju kehidupan yang bahagia di dunia dan buku-buku sejarah yang pernah kita baca, Muhammad SAW tercatat sebagai Nabi yang paling berhasil melaksanakan tugasnya mengemban risalah Allah dalam waktu yang singkat, dengan risiko yang kecil, namun pengaruhnya sangat luas dan terus berlaku hingga sekarang. Karena keberhasilan Rasul yang sangat luar biasa itulah, Allah SWT dan para malaikatnya menyampaikan salam dan hormat kepada beliau, dan kita sebagai umatnya juga dianjurkan untuk senantiasa menyampaikan salam dan hormat kepadanya, antara lain melalui peringatan maulid Nabi. Allah SWT berfirmanاِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏Innal laaha wa malaaa'i katahuu yusalluuna 'alan Nabiyy; yaaa aiyuhal laziina aamanuu salluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaaArtinya "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." QS. Al-Ahzab 56.Dalam ayat ini diterangkan di antara bukti keagungan beliau ialah bahwa sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Salawat dari Allah berarti memberi rahmat, dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan. Karena itu, wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi, seperti dengan berkata "Allàhumma salli alà Muhammad semoga Allah melimpahkan kebaikan dan ke-berkahan kepada Nabi Muhammad", dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya, dengan mengucapkan perkataan seperti "Assalàmu alaika ayyuhan-nabiy semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi."Sesungguhnya Allah memberi rahmat kepada Nabi Muhammad, dan para malaikat memohonkan ampunan untuknya. Oleh karena itu, Allah menganjurkan kepada seluruh umat Islam supaya bersalawat pula untuk Nabi SAW dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa ia bertanya, "Wahai Rasulullah, adapun pemberian salam kepadamu kami telah mengetahuinya, bagaimana kami harus membaca salawat?" Nabi menjawab, ucapkanlah "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid". HR. al-Bukhari, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan lainnyaDiriwayatkan juga oleh 'Abdullah bin Abu thalhah dari ayahnyaBahwa Rasulullah datang pada suatu hari dan terlihat tanda-tanda kegembiraan di wajahnya. Lalu kami bertanya, "Kami telah melihat tanda-tanda kegembiraan di wajahmu." Nabi menjawab, "Memang, Jibril telah datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad sesungguhnya Tuhanmu telah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman, 'Tidakkah kamu merasa puas bahwa tidak ada seorang pun dari umatmu yang membaca salawat untukmu melainkan Aku membalasnya dengan sepuluh kali lipat. Dan tidak seorang pun yang menyampaikan salam kepadamu dari umatmu melainkan Aku membalas dengan salam sepuluh kali lipat." Selanjutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya meneladani akhlak beliau yang mulia, serta mengamalkan ajaran yang surat Al-Hasyr ayat 7, firman Allah SWT ؕ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ‌ۘ ..........Wa maaa aataakumur Rasuulu fakhuzuuhu wa maa nahaakum 'anhu fantahuu, wattaqullah, innallaaha syadiidul ' "....Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya." QS. Al-Hasyr 7.Ayat ini mengandung prinsip-prinsip umum agama Islam, yaitu agar menaati Rasulullah dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya, karena menaati Rasulullah SAW pada hakikatnya menaati Allah sesuatu yang disampaikan Rasulullah berasal dari Allah, sebagaimana firman-Nya"Dan tidaklah yang diucapkannya itu Al-Qur'an menurut keinginannya. Tidak lain Al-Qur'an itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya." an Najm/53 3-4; Rasulullah SAW menyampaikan segala sesuatu kepada manusia dengan tujuan untuk menjelaskan agama Allah yang terdapat dalam Al-Qur' jamaah Jumat rahimakumullah,Di antara akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani atau ajaran yang dibawanya yang patut kita ikuti dan laksanakan, yakniPertama, melaksanakan salat lima waktu. Beliau menyatakan, bahwa shalat adalah tiang agama, shalat menjadi pembeda antara seorang muslim dan non-muslim. Dengan melaksanakan salat, dapat mencegah perbuatan yang keji dan munkar, salat merupakan amal yang pertama sekali akan ditanya di akhirat, jika salatnya baik, maka akan ada harapan amal yang lainnya akan baik. Karena demikian pentingnya shalat ini, sampai menjelang wafatnya, Rasulullah mengingatkan umatnya, agar jangan meninggalkan salat. Kedua, menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda"Bahwasanya aku diutus ke di dunia ini untuk menyempurnakan akhlak." HR. AhmadDi antara akhlak yang beliau ajarkan adalah menghormati, menyayangi dan memuliakan orang tua, terutama ibu. Ketika ada seorang sahabat bertanya kepada beliau tentang siapakan orang yang harus lebih dahulu dihormati, beliau menjawab ibumu, ibumu, ibumu, sampai tiga kali, dan kemudian bapakmu. Akhlak mulia lainnya yang beliau ajarkan adalah menghormati dan memuliakan tetangga, karena tetanggalah orang yang terdekat jamaah Jumat rahimakumullah, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan akhlak terhadap lingkungan. Umat Islam diajarkan memelihara dan menjaga kebersihan. Beliau menyatakan, bahwa kebersihan adalah sebagian daripada beliau melarang seseorang menyiksa binatang dan juga menganjurkan agar berbuat baik pada tumbuh-tumbuhan. Ketiga, melaksanakan fungsi dan peran sebagai istri atau sebagai ibu. Seperti disampaikan Abuddin Nata dalam "Meneladani Akhlak Rasulullah", sebagai seorang istri, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita menjadi istri yang salihah, yaitu istri yang taat menjalankan perintah Allah, taat kepada suami, menjaga amanahnya, berupa harta benda, termasuk diri kita sendiri, ketika suami tidak ada di rumah, menyenangkan hatinya, menjaga kehormatannya, menghormati orang tua dan ibu, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita memelihara kesehatan dan pertumbuhan fisik putera-puteri kita, mengisi jiwanya dengan akhlak mulia, mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan, dan menghiasi fisiknya dengan berbagai keterampilan. Tiga di atas itu antara lain akhlak dan ajaran yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada kita semua. Demikianlah khotbah Jumat kali ini, semoga kita semua dapat selalu mengingat, merenungkan dan mengamalkan kembali akhlak dan ajaran Rasulullah, sehingga maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentun introspeksi diri untuk kembali kepada ajaran Nabi Muhammad juga Contoh Ceramah Maulid Nabi 2022 Sejarah Singkat dan Hikmahnya Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah dan Kisah Perjuangan Muhammad Naskah Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad Makna Bagi Umat Islam - Sosial Budaya Penulis Dhita KoesnoEditor Addi M Idhom sumber gambar canva + pixabayPentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW di era globalisasi dalam Kehidupan. Akhlak yang paling baik di dunia ini yaitu akhlak Nabi Muhammad sebagai umat muslim yang hidup ditengah arus globalisasi sangat mudah terjerumus mengikuti pergaulan yang baru. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang semakin hancur sedikit demi sedikit seiring perkembangan zaman. Waters mengatakan bahwa globalisasi merupakan sebuah proses sosial, yang mana batas-batas geografis tidak penting terhadap kondisi sosial budaya, yang akhirnya menjelma ke dalam kesadaran yang berlangsung dan melanda kita umat muslim sekarang ini menampilkan sumber dan watak yang berbeda. Proses globalisasi dewasa ini, tidak lagi bersumber dari timur tengah, melainkan dari globalisasi muncullah berbagai perbedaan mulai dari pemikiran, pandangan, gaya hidup, hingga budaya. karena batas-batas geografis sudah tidak penting lagi di era ini maka hal baru yang asing, kini dengan mudahnya masuk ke kehidupan. Dalam hal ini, membuat kita rentan mengikuti budaya baru tanpa menyaringnya terlebih dahulu dan bisa membuat terjerumus pada hal-hal yang tidak kecil Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan kesalahan, tidak pernah terjerumus dalam dosa, dan tidak pernah sekalipun terjerumus ke dalam hal buruk. Padahal zaman dulu kota Makkah banyak hal-hal duniawi terbuka lebar. Nabi Muhammad SAW selalu terhindarkan hal buruk karena Allah SWT menjaga dan melindungi beliau dari berbagai kenikmatan sebagai kaum muslim yang hidup ditengah arus globalisasi hingga kini pun tak luput dari hingar bingar kenikmatan duniawi. Dengan demikian, kita juga harus bisa menjaga diri sendiri dalam kehidupan kita sebagai umat Islam harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari sebagai suri tauladan. Berikut perilaku Rasulullah dan bagaimana kita dapat meneladani perilaku tersebut 1. Kesabaran Nabi Muhammad SAWSalah satu akhlak mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW yaitu sabar dalam segala secuil kisah kesabaran Nabi Muhammad SAW .Dikisahkan, setiap kali Nabi SAW melintas di depan rumah seorang wanita tua, Nabi selalu diludahi oleh wanita tua itu. Suatu hari, saat Nabi SAW melewati rumah wanita tua itu, beliau tidak bertemu dengannya. Karena penasaran, beliau pun bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Justru orang yang ditanya itu merasa heran, mengapa ia menanyakan kabar tentang wanita tua yang telah berlaku buruk itu Nabi SAW mendapatkan jawaban bahwa wanita tua yang biasa meludahinya itu ternyata sedang jatuh sakit. Bukannya bergembira, justru beliau memutuskan untuk menjenguknya. Wanita tua itu tidak menyangka jika Nabi mau wanita tua itu sadar bahwa manusia yang menjenguknya adalah orang yang selalu diludahi setiap kali melewati depan rumahnya, ia pun menangis di dalam hatinya, "Duhai betapa luhur dan baik hatinya manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjengukku."Dengan menitikkan air mata haru dan bahagia, wanita tua itu lantas bertanya, "Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?" Nabi SAW menjawab, "Aku yakin engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau telah mengetahuinya, aku yakin engkau tidak akan melakukannya."Mendengar jawaban bijak dari Nabi, wanita tua itu pun menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya terasa tersekat. Lalu, dengan penuh kesadaran, ia berkata, "Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu." Lantas wanita tua itu mengikrarkan dua kalimat syahadat, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah".Kisah diatas merupakan satu kisah teladan kesabaran Nabi Muhammad SAW yang sungguh menakjubkan. Jika nilai-nilai kesabaran dijadikan landasan dalam kehidupan kita maka bisa terwujud berupa harmonisasi masyarakat, mempererat tali persaudaraan dan masih banyak Hidup Sederhana Nabi Muhammad SAWDalam sebuah riwayat, Allah SWT pernah menawarkan emas sebanyak butiran pasir pada Nabi Muhammad SAW. Kemudian Rasulullah menjawab ''Tidak, ya Tuhanku, lebih baik aku lapar sehari, dan kenyang sehari. Bila kenyang, aku bersyukur memuji dan memuja kepadaMU, dan jika lapar aku akan meratap berdoa kepadaMU".Orang-orang di jaman sekarang yang bergelimang harta benda dan kekayaan hampir sebagian dari mereka tidak terlepas dari kehidupan mewah. Tetapi tidak dengan Nabi Muhammad SAW dengan status yang tinggi dan terhormat rasulullah memilih kehidupan yang sederhana. Rasulullah tidak ingin dunia menjadikan bagian dirinya dan mengajarkan kita tetap bersyukur setiap rezeki halal yang diberikan oleh Allah yang tidak hidup sederhana pasti ada kesombongan dalam dirinya. Karena itu, kesabaran sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain mendapatkan ketentraman dalam hidup, kita juga mendapat ketenangan batin, dan Allah mencintai orang-orang yang Ringan tangan dan Senang berbagiNabi Muhammad SAW memiliki pembawaan yang sangat menyenangkan. Rasulullah sangat ringan tangan dalam menolong siapapun. Rasulullah menolong siapapun. Tidak pernah sekalipun Rasulullah mengharapkan imbalan atau timbal balik dari pertolongan yang diberikannya. Rasulullah hanya merasa bahagia setiap memberikan mulia Nabi Muhammad SAW yang menonjol lainnya yaitu senang berbagi. Rasulullah tidak pernah menyisakan harta di rumahnya untuk hari esok. Sebanyak apapun, selalu Rasulullah habiskan untuk sesuatu kepada orang lain di landasi dengan ketulusan dan keikhlasan tidak akan membuat kita rugi. Allah SWT telah berjanji untuk menggantinya hingga berlipat-lipat. 2 hal yang sangat penting pada poin ini yaitu tolong menolong dalam hal kebaikan dan memberi sesuatu dengan ikhlas. Hal ini jika kita terapkan pada kehidupan sehari-hari akan mendapat pahala dan kebaikan tersebut akan kembali pada diri kita Muhammad SAW sangat santun. Kesantunan Rasulullah tidak pandang bulu. Rasulullah bersikap santun pada pejabat tinggi dan rakyat kecil. Rasulullah juga santun dengan orang dewasa dan anak adalah mempunyai tutur kata yang baik dan tingkah lakunya. Di era globalisasi banyak sekali anak muda yang telah melupakan dan meninggalkan akhlak ini. Padahal justru akhlak inilah yang akan membawa perdamaian dan persatuan di era mana dengan sikap santun ini, kita bisa mengimplementasikan pada kehidupan bersosial dengan menjaga tutur kata dan tingkah laku kita pada perbedaan yang ada sehingga bisa membuat orang-orang yang ada di sekitar kita merasa nyamanPada dasarnya, akhlak sangat penting di era globalisasi terutama bagi kehidupan kita sebagai kaum muslim. Karena itu, berhubungan langsung dengan Allah SWT. Akhlak juga tidak dapat dipisahkan dengan kita karena secara tidak langsung akhlak mencerminkan keimanan kaum akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat. Dan juga orang yang banyak masuk surga dan paling dicintai serta paling dekat dengan Rasulullah Saw nanti pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya. Nabi Muhammad SAW bersabda إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًاArtinya “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya” HR. Tirmidzi.Dengan demikian, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW membuat kita terhindar dan menjauhi larangan Allah SWT. Pada awalnya cukup berat untuk dilakukan bagi kita yang tidak terbiasa, tapi jika dibiasakan terus-menerus dan diringi dengan usaha maka akan membuat ringan bila dikerjakan. Karena melakukan segala hal baik akan mendatangkan banyak sekali manfaat. INFO JABAR — Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan secara garis besar ilmu dalam Islam ada tiga, yakni tauhid, fikih, dan tasawuf.“Konsekuensi dari seseorang yang mempelajari ilmu tauhid adalah ditempatkan atau abadi di surga, yang tidak mempelajari ilmu tauhid akan ada di neraka,” kata Uu saat berceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Yayasan Al Masoem, Kabupaten Sumedang, Jumat, 8 November menjelskan tauhid adalah ilmu yang membahas tentang keesaan Allah SWT dan aqidah. Seseorang dikatakan beriman atau tidak, tergantung pada tauhidnya. Begitupun seseorang disebut mukmin orang beriman atau tidaknya juga tergantung pada fikih, kata Uu, bisa disebut juga ilmu syariah. Seseorang yang melaksanakan ilmu ini pertanda dirinya sebagai orang yang ahli memaparkan ada empat rukun yang diajarkan dalam ilmu fikih, yakni rukun ubudiyah atau tata cara beribadah, rukun munakahat atau tata cara perkawinan, rukun muamalat atau tata cara berniaga, dan rukun jinayah atau ilmu “Kita sebagai orang beriman harus tahu ilmu fikih dan melaksanakannya. Seseorang yang melaksanakan ilmu fikih disebut muslim,” ilmu tasawuf, Uu menjelaskan inti dari ilmu ini adalah keikhlasan dalam hati. Untuk itu, segala bentuk ibadah dilaksanakan dengan niat karena Allah SWT. Orang yang melaksanakan ilmu tasawuf disebut mufsidin.“Kita melaksanakan ibadah dengan keikhlasan untuk mendapatkan rida Allah SWT. Jangan ada kita melaksanakan ibadah karena ingin dipuji misalnya,” juga mengatakan inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. “Makanya momentum Muludan adalah untuk meniru, meneladani akhlak Rasulullah, baik dari segi keilmuan maupun dari segi sunah-sunah yang harus dilakukan yang tercermin dengan akhlak, moral, dan memiliki budi pekerti yang luhur,” katanya. * 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID IqHOz-cdQ-tzY-YUtfm-OgQ6gvO09DP6tJbgeXdWePGkFCFvok90Rg==

ceramah tentang meneladani akhlak rasulullah